Read More
Read More
Manchester - Roberto Mancini sedang gusar karena kebijakan transfer Manchester City dikritik. Dia menganggap tim-tim lain juga mengeluarkan dana besar untuk membangun tim.

City menjelma menjadi klub terkaya di dunia sejak diakuisisi oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan sekitar dua setengah tahun silam. Sejak saat itu pula, dana ratusan juta pounds telah digelontorkan oleh The Citizens untuk mendatangkan para pemain bintang.

Investasi besar-besaran yang dilakukan City tampaknya akan segera membuahkan hasil. Mereka sudah menjejakkan kaki di final Piala FA dan berpeluang untuk mengakhiri puasa gelar selama 35 tahun.

Namun, kesuksesan City lolos ke final Piala FA menimbulkan cibiran di kalangan suporter rival-rivalnya. Ini terkait kebijakan City yang sangat boros di bursa transfer. Mancini pun memberikan pembelaan.

"Sering saya ditanya soal kebijakan transfer kami. Tapi, kami tak membeli Cristiano Ronaldo dan (Lionel) Messi. Kami membeli para pemain muda, para pemain bagus," ujar Mancini, seperti dikutip ESPN Star.

"Para pemain ini masih harus berkembang karena inilah tahun pertama mereka di Premier League," sambung manajer asal Italia ini, yang menghabiskan dana 125 juta pounds pada musim panas lalu.

"Kalau saya tak salah, beberapa tahun yang lalu saat pemain fantastis datang ke Inggris, misalnya (Eric) Cantona, pada awalnya mereka juga kesulitan," katanya.

Mancini optimistis bisa mengantarkan City finish di posisi empat besar Premier League sekaligus meraih tiket ke Liga Champions. Dia pun berharap kesuksesan di Piala FA bisa mendorong datangnya trofi-trofi lainnya ke Eastlands.

"Saya pikir manajer butuh waktu karena dalam satu tahun Anda belum bisa membangun tim yang kuat," tutur eks pelatih Lazio dan Inter Milan ini.

"Yang penting Anda berkembang tiap pekan," tutup Mancini.
Read More

Revolusi PSSI versi Asrika

Read More